Bila menyangkut kata "mertua", biasanya yang terbayang adalah konflik. Entah konflik frontal dengan sang mertua sendiri ataupun dengan ipar-ipar lainnya. Ini tentu saja berasal dari sudut pandang seorang menantu. Bagaimana dinamika hubungan antar keduanya sangat bergantung dari pribadi masing-masing.
Aku termasuk menantu yang beruntung karena aku memiliki seorang mertua perempuan yang sangat pengertian (selanjutnya disebut mama).
Mama berusia 54 tahun saat pertama aku diperkenalkan oleh pacarku saat itu, kini sudah jadi suamiku. Saat itu beliau sedang merayakan ulang tahun dirumahnya di daerah Kota, Jakarta Barat. Aku yang saat itu masih mengikuti kursus menjahit di belakang rumahnya, mampir untuk mengucapkan selamat. Pertemuan pertama sudah meninggalkan kesan menyenangkan.