Selamat Datang

Selamat membaca. Semoga bermanfaat !

Kamis, 12 Juli 2012

REUNI KELUARGA

Rabu, 11 Juli 2012, Shukpho* Ng Khim Moi berulang tahun yang ke-80 di Raja Kuring Restaurant, dibilangan  Sunda Kelapa. Acara dimulai pukul 19.30 sampai selesai sekitar jam 22.30. Shukpo adalah istri dari almarhum Shukkung* Liu Ki yang meninggal diawal tahun 2000.

Mereka adalah pasangan orangtua yang membesarkan papaku, Liu Kim Chong, anak dari kakak kandung Shukkung yang meninggal dalam usia muda kala itu, 22 tahun dengan meninggalkan 2 orang anak, papaku yang berusia 2 tahun dan adiknya, Liu Kim Ciu, belum genap 1 tahun.
Pamanku, Ciu Shuk*, masih hidup sampai saat ini dan tinggal di Jawai, Matangsuri, Kalimantan Barat. Sedang papaku, wafat sembilan bulan yang lalu karena sakit dalam usia 67 tahun.

Shukpho (posisi duduk dari kanan) merayakan ulangtahunnya yang ke-80
Mereka dikaruniai 10 orang anak, 5 laki-laki dan 5 perempuan yang notabene sukses dalam usaha dan rumah tangga. Betapa mencengangkan, karena cucu yang hadir hampir 50 orang dengan sementara cicitnya berjumlah 16 orang. Sungguh kekayaan yang tak ternilai.
Sepanjang reuni yang diselingi makan malam  dan nyanyian karaoke, selalu saja ada keceriaan dari para undangan serta tuan rumah yang sangat ramah dan luar biasa dalam menjamu tamunya.
Benar-benar menjadi ajang reuni akbar sebab dari 40-an meja, dimana 1 meja ditempati 10 orang, kami dapat menyambangi dari satu meja ke meja lain untuk bertegur sapa dan menemui kenalan serta kerabat yang sudah lama tidak bertemu. Bahkan mereka ada yang datang dari jauh, Taiwan misalnya atau dari luar pulau karena ingin menghadiri acara ini.
Begitu rupa suasana malam itu membuat kami bersyukur tiada henti untuk rahmat kebersamaan dan persaudaraan yang begitu erat terjalin.

Begitu kuat rasa persaudaraan diantara mereka, anak-anak Shukpho, membuat kami yang hadir kagum dan memuji bukan sekedar kemewahannya sebuah pesta, tetapi sentuhan kasih terutama yang begitu terasa dan sangat berkesan. Kami para undangan, datang dari berbagai lapisan, tetapi berbaur jadi satu tanpa kecanggungan. Seperti yang terucap dari tuan rumah, Kuchong* A Lin, bila ada  kesulitan, datanglah pada kami, kita bersaudara.

Itu bukanlah basa-basi sebab memang benar mereka mengelola sebuah yayasan untuk membantu orang-orang yang berkekurangan dalam dana pendidikan dan kesehatan. Dan mereka sangat dermawan dalam hal ini. Semoga teladan dan semua usahanya senantiasa dilindungi dan diberkati oleh Tuhan, Amin.

catatan: *shukpo = panggilan nenek untuk istri dari pamannya papa
            *shukkung = panggilan kakek untuk paman dari papa
            * shuk/ ashuk = panggilan paman dari pihak papa
            * kuchong = panggilan paman untuk suaminya bibi dari pihak papa